Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,85% pada Selasa, 3 November 2026. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan pasar dan menjadi kenaikan suku bunga kelima sepanjang 2026. Dengan keputusan tersebut, suku bunga Australia mencapai level tertinggi dalam 18 tahun.
Sebelum pengumuman, pasar telah memperkirakan kenaikan dari 4,60% menjadi 4,85% karena tekanan inflasi yang masih tinggi. Namun, setelah keputusan diumumkan, Dolar Australia (AUD) justru melemah. AUD/USD turun sekitar 0,25% ke area 0,6975, menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga yang sudah diperhitungkan pasar tidak otomatis mendorong penguatan mata uang.
Inflasi Masih Menjadi Alasan Utama RBA
Tekanan harga menjadi pertimbangan utama RBA dalam memperketat kebijakan moneter. Data Australian Bureau of Statistics menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) naik 1,3% secara kuartalan pada kuartal III 2026, lebih cepat dibandingkan kenaikan 0,6% pada periode sebelumnya.
RBA juga memperingatkan bahwa inflasi diperkirakan masih berada di atas 3% sepanjang tahun depan. Bank sentral menilai risiko kenaikan inflasi masih berlanjut sehingga pengetatan kondisi keuangan diperlukan untuk membantu mengembalikan inflasi ke target 2–3%.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat. Tiga anggota dewan dilaporkan memilih mempertahankan suku bunga di 4,60%. Perbedaan pandangan ini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap peluang kenaikan berikutnya.
Mengapa AUD Justru Melemah?
Pelemahan AUD setelah kenaikan suku bunga dapat terjadi ketika keputusan tersebut sudah lebih dahulu diperhitungkan oleh investor. Pasar kemudian mengalihkan perhatian pada pernyataan kebijakan dan petunjuk mengenai langkah RBA selanjutnya.
Jika bank sentral memberi sinyal bahwa suku bunga mendekati puncaknya, ruang penguatan AUD dapat terbatas. Sebaliknya, indikasi pengetatan tambahan berpotensi menopang mata uang Australia.
Apa Artinya bagi Trader Forex Indonesia?
Trader yang memantau AUD/USD perlu mencermati komunikasi Gubernur RBA Michele Bullock, perkembangan inflasi Australia, serta arah kebijakan The Fed. Data ekonomi China dan harga komoditas juga relevan karena China merupakan mitra dagang utama Australia.
Pergerakan AUD/USD tidak hanya ditentukan oleh keputusan suku bunga, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan berikutnya. Karena itu, konfirmasi harga dan pengelolaan risiko tetap penting sebelum mengambil keputusan trading. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.
